Bahasa apa yang paling mudah dipahami oleh masyarakat Tulungagung, agar pesan yang di sampaikan dapat dengan mudah di cerna lalu di secara otomatis seperti menghipnotis tergerak secara sadar atau tidak untuk melaksanakan pesan yang dimaksud ? Jawabnya adalah dengan Musik dangdut Koplo ! Kenapa ? karena musik dangdut koplo mampu menembus tebal nya dinding hati nurani, ia bicara apa adanya , ia bicara REALITA, ia bicara fakta dan tidak bertopeng. Ia menyampaikan apa yang di rasakan,dialami , dalam kehidupannya yang perih atau penuh cita.
Kali ini sebuah kelompok dangdut koplo bernama
Sagita mengeluarkan lagu berjudul Ngamen 7(Bapak Koclok) yang Ciptaan : NN Vokal : vivi rosalita Produksi : Perdana Record. Melanjutkan lagu Ngamen 1,2 dan ngamen yang lainnya. Tidak bisa dipungkiri , sekali lagi lagu ini bicara KENYATAAN yang ada di masyarakat kita, bercerita seorang anak yang di sia siakan sejak kecil oleh ibunya lantaran suatu alasan, dan parahnya dalam kondisi seperti itu ia juga kehilangan kasih sayang si bapak lantaran kawin lagi dengan seorang janda yang digambarkan berparas semelohe. Si bapak tidak lagi memikirkan biaya sandang pangan papan bahkan pendidikan, hingga akhrinya si anak menjalani kehidupannya di jalanan. Sungguh tragis , dan cerita ini ada di sekitar kita kawan.Sangat dekat dengan kita ! mari kita buka mata ,buka telinga, barangkali pesan pesan dalam lirik dangdut koplo mampu menyentuh nurani kita untuk melihat KENYATAAN .(by zen)
Aku iki pancen dadi wong ra nduwe
Awit cilik aku ditinggal ibuku
Petang wulan dudo bapakku rabi maneh
Entok mbok rondo sing bokonge semlohe
Bapakku luwih sayang karo bojone
Ketimbang karo aku anakke dewe
Bapak lali pangan, lali sandanganku
Bapak tego ra mikir sekolahku
Mugo mugo bapakku ndang elingo
Mugo mugo bapakku ndang ngertio
Aku ning kene keloro-loro
Kepingin sambat nanging karo sopo
Aku ora njaluk dunyo lan brono
Sing tak jaluk kasih sayang wongtuo
Sak bendino mangan nggolek dewe
Panas udan aku tetep nekat ae
Ning bis kota kuwi dadi kantorku
Emper toko sing dadi istanaku
reff :
kembali ke atas..aku iki pancen…
(by zen)



