Jenis musik campur sari sudah ada 40 tahun silam. Sempat menghilang, lalu menjamur awal 1990-an. Dari segi estetis tak punya kelebihan, tapi enak di telinga.
Datanglah ke Jawa Tengah, mampirlah ke Yogya, dan singgahlah di kota-kota di Jawa Timur. Tinggal pilih yang Anda gampang temui. Maka, Anda akan menjumpai musik campur sari akrab di mana-mana. Dari rumah makan, mobil angkutan kota, radio swasta, sampai ke rumah-rumah hajatan. Campur sari memang oye!
PELANTUN lagu-lagu campur sari yang berhasil itu kebanyakan berawal sebagai sinden. Ini diakui “Si Walang Kekek” Waljinah, 57 tahun. Menurut superstar keroncong asli Solo ini, untuk menyanyikan lagu campur sari yang didominasi instrumen gamelan, penyanyi harus punya suara tinggi. Sebab, katanya, gamelan adalah instrumen mati, tidak bisa di-stem. Sedangkan jenis instrumen musik Barat bisa menyesuaikan dengan suara penyanyi.


