Status kepemilikan gunung Kelud sampai sekarang masih menjadi teka teki baik dari sejumlah elemen mulai dari rakyat hingga pejabat. Perebutan wilayah antara Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Pemerintah kabupaten Blitar berpotensi menimbulkan gesekan. Bahkan kalau sejumlah pihak berwenang kurang sigap dalam menanggapi hal ini, maka berpotensi terjadi konflik horizontal. Terkait hal ini, jajaran komando distrik militer (KODIM) 0809 Kediri mulai mengantisipasinya. Sejumlah personil sudah disiagakan baik dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup.
Komandan Kodim 0809 Letkol Infrantri Purnomosidi mengatakan, sejauh ini potensi konflik walaupun kecil pasti ada. Untuk itu, pihaknya sudah mengambil tindakan prefentiv berupa sosialisasi dan himbauan agar masyarakat tenang. Kata Purnomosidi, untuk pengamanan terbuka pihaknya mengoptimalkan peran babinsa, sedangkan pengamanan tertutup dengan menempatkan intelegen.
Jajaran TNI di Kediri, berharap masyarakat lebih mengutamakan persatuan, dan tidak salah dalam menyuarakan aspirasinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, status kepemilikan gunung Kelud kembali menjadi sengketa paska dicabutkan SK gubernur Jawa Timur. Sejauh ini pemerintah Kabupaten Kediri masih pasif, dan beralasan belum menerima surat tembusan dari pemerintah propinsi.